Share:

Cinta Masa Lalu Tuan Muda

Sunarti Kacaribu

41172 reads

"Pliss, Nes, Gue mau pulang" Tiyas memohon, berbisik ke telinga Anes. Wanita itu tidak menggubris permintaan Tiyas, ia malah mencengkram tangan Tiyas dan memaksa masuk.

"Hai, semua," sapa Anes, sembari berjalan menuju sofa.

"Hai Nes, Masuk! Ajak teman, Lo!" balas Adit sambil menoleh ke arah Tiyas.

Anesya menarik tangan Tiyas yang mulai keringat dingin. Adit tersenyum tipis melihat Tiyas yang tampak nyata ketakutan.

"Hai Cantik, sini, gabung, yuk!" sapa Adit pada Tiyas.

Menyadari dirinya dalam bahaya, Tiyas mencoba untuk tetap tenang.ia tidak lagi merengek minta pulang. Ia duduk disebelah Anes. Barang barang menyesatkan itu terhidang dengan bebas di meja, sepertinya Anes sudah terbiasa menggunakan barang haram itu, nampak dari caranya memindahkan cairan dalam ampul kedalam spead. Tiyas menatap Anes dalam diam, bibirnya terkunci rapat. Matanya terpejam ngeri saat melihat jarum menembus kulit teman lamanya itu.

"Mau coba, Yas?" tanya Anes sambil mendekatkan satu ampul morfin dan sebuah jarum suntik pada Tiyas. Tiyas menggeleng, tubuhnya mengkeret. Adit menikmati tingkah Tiyas yang sejak awal telah menarik perhatiannya. Tubuh Anes melemas setelah cairan putih itu membiusnya, ia berdiri dan berjalan gontai menuju sofa di sudut kiri ruangan, lalu terkulai. Tiyas tampak gelisah matanya nanar menatap sekeliling.

Unfold

Tags: love-trianglepregnantgoodgirlsportyCEOsweetbxgoffice/work placefirst love
Latest Updated
Mangga muda

"Dik, kamu kenapa belum tidur?" tanya Adit menghampiri Tiyas.

"Nggak bisa tidur, Mas. Pengen gigit yang asem,"

"Hm? Gigit yang asem?"

Tiyas mengangguk, wajahnya memelas.

"Mangga muda?" tanya Adit menyipitkan matanya. Air liurnya merembes disela-sela lidahnya membayangkan rasa kecut mangga i……

Leave a commentComment

    Please to leave a comment.

    Leave a comment