Share:

Van Vuur Water

Amalia Ulan

0 read

Sebuah kisah menceritakan tentang dua kerajaan yang saling bermusuhan.

Yaitu,

Kerajaan Api dan Kerajaan Air.

Seseorang akan memulai misinya, misi besar yang sudah dirancang dengan manis untuk mempersatukan dua kerajaan tersebut.

Dimulai dengan menukar bayi Kerajaan Api dengan bayi Kerajaan Air.

Pangeran Dafta Van Water lahir dari Kerajaan Api namun dibesarkan di Kerajaan Air.

Sedangkan,

Princess Pricilia Xeory Van Vuur lahir dari Kerajaan Air namun dibesarkan di Kerajaan Api.

Pangeran Api bertukar menjadi Pangeran Air.

Putri Air bertukar menjadi Putri Api.

Kapan keduanya akan tahu jika mereka adalah bayi yang sengaja ditukar?

Pangeran Air merasakan kekuatan dasar pada dirinya adalah Api sedangkan ia sendiri menjadi pangeran Kerajaan Air.

Putri Api merasakan kekuatan dasarnya adalah Air, sedangkan ia telah dibesarkan dari Kerajaan Api.

Keanehan demi keanehan dirasakan keduanya, dan semua berubah ketika keduanya saling bertemu.

Keduanya bertemu di tempat yang sangat jauh dari kerajaan mereka, keduanya juga tak tahu indentitas masing-masing. Di sinilah kisah sejoli itu dimulai, terjebak di suatu tempat asing membuat keduanya harus tinggal bersama dan mencari akal untuk tetap hidup.

Bagaimana jika mereka tinggal di atap yang sama? Putri Api yang pemarah  berkehendak semaunya berbanding dengan Pangeran Air yang dingin dan tak tersentuh.

Mampukah Putri Api mencairkan sikap Pangeran Air yang sedingin es batu?

Bagaimana jika mereka tahu indetitas asli mereka?

Apakah bisa mereka bersatu?

Keduanya malah bertemu dengan seorang misterius yang memberikan sebuah misi untuk menyatukan dua kerajaan yang enggan bersatu.

Mampukah Pangeran Air dan Putri Api menyatukan cinta mereka dengan berbagai rintangan yang harus dihadapi?

Jika kalian mengikuti cerita ini sampai habis, saya akan membuat pikiran kalian berkelana dalam dunia fantasi dan saya berjanji akan menerbitkan senyum manis kalian di akhir cerita.

Unfold

Tags: dramacomedysweetWriting Challengemysteryspiritual
Latest Updated
Telapak Tangan

Putri Api bergelayut manja dengan Permaisuri Raqia membuat wanita paruh baya itu mendengkus karena tak biasanya putri nakalnya itu bergelayut seperti anak monyet dengan induknya.

"Sebutkan saja. Kau mau apa, Putri Api?"

"Aku hanya ingin bermanja denganmu, Abu."

"Panggil aku ibunda!" tajam Permaisuri Raqia, ……

Leave a commentComment

    Please to leave a comment.

    Leave a comment